Puisi Kenangan

Entahlah, tapi buat gue lucu rasanya tiba tiba menemukan potongan puisi yang dulu gue buat waktu SMA, tepatnya waktu MAN, kelas 2, ahahaha 

Published in: on 26 Maret 2017 at 12:45  Tinggalkan sebuah Komentar  

Membaca

Terkadang kita terlalu sibuk dengan diri sendiri, padahal banyak hal menarik dari sekeliling yang bisa kita baca. 

Seperti sore ini, ketika aku duduk di sebuah kedai kopi di ujung jalan, ada seorang bapak dengan ekspresi yang sungguh gembira sambil meneguk kopi hitam di cangkir yang digenggamnya.

Aku mendekatinya dan bertanya kopi apa yang bisa sehebat itu bisa membuat bapak begitu genbira? Ternyata bukan, tapi yang membuatnya bahagia adalah sebuah boneka barbie yang ada di tangan kirinya. Boneka ini adalah boneka yang diidam-idamkan oleh putri kesayangannya dirumah. 

Semoga bapak terus diberikan kesehatan, semoga banyak yang naik becak bapak juga 🙂

Selamat Membaca teman teman

Published in: on 16 November 2016 at 11:01  Tinggalkan sebuah Komentar  

Meluangkan Waktu

Kita hanya butuh lebih banyak meluangkan waktu,

Lebih banyak waktu untukku mendengarkan, lebih banyak waktu untukmu bercerita,

Itu saja ! 

Published in: on 15 November 2016 at 08:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

Sebuah Sore di Bandara

Sebuah sore di Bandara, ketika kutemukan getirnya pelukan perpisahan, tapi tertutup oleh tatapan saling percaya

Sebuah sore di Bandara, ketika seorang pemuda gagah menitikkan airmata tulus saat mencium tangan ibunya, bukan cengeng, cuma terlalu besar rasa sayang yang selama ini dia sembunyikan

Sebuah sore di Bandara, ketika Rindu bertemu tuannya, berumahkan hangatnya pelukan tak beratap, berlantaikan satu kaki khas seorang gadis yang sedang berciuman, sungguh hebat ketika dua rindu menyatu, aku ikut terharu

Sebuah sore di Bandara, kutemukan kebahagiaan terpancar dari raut wajah seorang nenek yang pertama kali bertemu dengan cucunya

Sebuah sore di Bandara, telah kutemukan tawa, bahagia, dan airmata, tapi aku tak pernah menemukanmu 😦

Published in: on 15 November 2016 at 08:21  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

AKU MENEMUKANMU

Aku baru saja menemukanmu di tumpukan buku berdebu di lemari ruang tengah, disana kita dulu sering bercanda, sesaat kemudian aku tersenyum

Aku juga menemukanmu melayang-layang mengikuti irama sebuah lagu, lagu yang sering kita nyanyikan bersama dulu

Kemudian aku menemukanmu di kursi teras rumah, disana kita sering menikmati teh hangat berdua

Tiba-tiba saja aku menemukanmu menyendiri di sebuah kedai kopi, disana tempat pertama kita berjumpa

dan kini aku menemukanmu tertawa lepas di ujung jalan, kau bergembira merayakan kemenangan atas lomba lari denganku, kala itu

Dari semua kepingan kenangan tentangmu, selalu ada yang kurang, aku tak pernah melihat kita benar benar bahagia.

“Mungkin memang sudah jalannya” aku mulai berbisik pada diriku sendiri seraya melanjutkan langkah, dengan genggaman tangan yg lebih hangat

Published in: on 15 Oktober 2016 at 11:27  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,