Rindu

Tak pernahkah kau merasa oksigen didadamu dirampas rindu? 
Sesak

Aku tak pernah menyangka rindu bisa berperang melawan logika, Kini aku gila dibuatnya, Melawan dunia untuk mempertahankan kau nyata

Aku pun tak pernah menyangka rindu bisa sedingin ini, Persis seperti pagi tak bermentari

Bahkan rindu bisa memuaikan waktu, Detik tak pernah terasa selama ini

Rindu adalah salah satu caraku berkomunikasi dengan masa lalu, Disana ada kamu yang masih mencintaiku

Bukan

Bukan kepergian yang pisahkan kita, Tapi rindu yg tak lagi kenal tuannya meski telah bertemu, Hanya menyapa dalam semu

Aku rindu disaat berjalan berdua denganmu adalah sebuah kebahagiaan tanpa harus tau tujuan

Aku rindu berlama-lama tinggal dalam pelukmu yang kuanggap sebagai tempat ternyaman

Aku rindu disaat senyummu menjadi tempat dimana aku berteduh

Aku rindu saat duduk berdua denganmu menertawakan malam tak berbintang, memuja pagi berhias pelangi, berbaring beriring jingga pada senja

Aku rindu kepadamu yang telah jauh, bukan karena jarak, tapi rasa

Aku rindu setengah kamu, yang mengenaliku lebih dari aku mengenalimu

Aku masih selalu percaya bahwa kelak rindu akan mempertemukan kita dalam ruang tawa yang sama

Karena rindu tak mengenal kurang dan bagi, hanya bertambah menjadi berkali kali

Percayalah, jika rindu kita beradu, setengah langit pun ikut terharu

Aku,
Masih menunggumu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s