DIAM

Senja ini sepi,merusak alunan simphoni, suara harapan pun sumbang oleh masuknya nada benci

Lebih baik aku diam daripada kita berdua bernyanyi bersama lagu yg berbeda, meski dg keyakinan sama bahwa yg kita nyanyikan adalah lagu cinta

Marahlah, lagipula suaramu tak seburuk itu, aku mulai menikmatinya sebagai sebuah lagu

Diam memang bukan jawaban, tapi terkadang kita hanya perlu diam daripada saling bicara mempertahankan ego yang tak ada ujungnya

Diam memang bukan solusinya, tapi setidaknya tidak membesarkan api yang sudah menyala

Diam memang tak menyelesaikan masalah, tapi setidaknya kita bisa saling menjaga amarah

Pikirmu aku lelah? Tidak, aku hanya memilih diam

Kelak kau akan tau, kenapa hari ini aku memilih diam disaat kita berseteru

Satu pemikiran pada “DIAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s