HUJAN

Hujan, beberapa orang larut dalam kerinduan,sementara yang lain hanya basah semata

Sementara aku terbawa aliran deras airnya ke ujung jalan, tempat dimana kita menentukan arah, masing-masing 

Setiap butirnya bercerita tentang kita dan tak pernah selesai hingga reda, sayang kini kau ada disana dan kita terpisah rasa

Masih hangat aroma pelukmu yang tertinggal di hatiku, kini aku menikmatinya dengan secangkir kopi, sendiri

Bukankah seharusnya ada lagu cinta yang menemani kita? Tapi kini hanya ada aku, dan puisi tentang patah hati 

Tak mengapa aku menikmatinya sendiri, daripada berdua denganmu tapi tak pernah satu, mendua mencari pelangi kemudian pergi, berlari

Biarkan aku sendiri yang bertahan, hujan dan malam telah lebih dari apa yang aku harapkan untuk tenggelam dalam kebekuan

Setidaknya aku masih berharap hujan akan menuntunmu pulang, dalam pelukku

Karena kau adalah hujan yang asing di musim kemarau, bagiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s