KEMBALI

Senja ini, penunjuk arahku menuju bahagia, jingganya masuk ke pori pori wajah dan menyiratkan senyum beraura,

Masih persis kuingat setiap kata yang keluar dari bibir tipismu saat mengukir janji bahwa di senja hari ini kau akan kembali,

Membawa segenggam mimpi dan mengembalikan sebutir harapan yang dulu kutitipkan padamu, di senja tahun lalu

Namun senja hampir kehilangan jingganya dan kau tak muncul juga, ah mungkin lautan sedikit menghambat kedatanganmu, hiburku

Detik demo detik, arlojikupun berteriak mengingatkan bahwa ini sudah terlalu malam untuk menanti, tapi aku tak peduli

Aku mulai marah kepada langit yang terlalu cepat menggelap melibas merah, sementara kau tak juga hadir memelukku

Hampir saja aku pergi, lalu derap langkah kakimu terdengar mendekat, semakin mendekat, tapi ada apa dengan matamu? 

Hampir saja aku berlari memelukmu, tapi ada sesosok bayangan yang menghalangiku, 

sesosok bayangan yang membuat mataku tiba tiba berairmata, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti kehilangan, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti bahwa jarak bukanlah dihitung dari meter atau kilomoter, karena selama kita berjarak, sekarang adalah jarak terjauh yang pernah kurasakan meski sedang berdekatan denganmu. 

Setidaknya kamu memenuhi janjimu untuk datang di senja hari ini, dan untuk matamu itu, tak seharusnya kau ikut bersedih, cukup aku saja. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s