Membaca

Terkadang kita terlalu sibuk dengan diri sendiri, padahal banyak hal menarik dari sekeliling yang bisa kita baca. 

Seperti sore ini, ketika aku duduk di sebuah kedai kopi di ujung jalan, ada seorang bapak dengan ekspresi yang sungguh gembira sambil meneguk kopi hitam di cangkir yang digenggamnya.

Aku mendekatinya dan bertanya kopi apa yang bisa sehebat itu bisa membuat bapak begitu genbira? Ternyata bukan, tapi yang membuatnya bahagia adalah sebuah boneka barbie yang ada di tangan kirinya. Boneka ini adalah boneka yang diidam-idamkan oleh putri kesayangannya dirumah. 

Semoga bapak terus diberikan kesehatan, semoga banyak yang naik becak bapak juga 🙂

Selamat Membaca teman teman

Published in: on 16 November 2016 at 11:01  Tinggalkan sebuah Komentar  

Realita

Bukankah cinta itu tentang ketulusan, lalu kenapa kau selalu bilang pengorbanan?

Bukankah cinta itu tentang pengertian, lalu kenapa kau sibuk menyalahkan?

Bukankah cinta itu tentang percaya, lalu kenapa kau terus tumbuhkan rasa curiga?

Bukankah cinta itu tentang menerima, lalu kenapa kau terus menuntut yang aku tak punya?

Bukankah cinta itu tentang menyatu, lalu kenapa kau terus memilih memenangkan egomu?

Tapi aku tak peduli itu semua, Tugasku hanya satu, Mencintaimu dengan sempurna ! 

Published in: on 30 September 2016 at 18:36  Tinggalkan sebuah Komentar  

Perpisahan

Tuhan tidak bercanda mempertemukan kita

Ada Rindu, Cemburu, Tawa, Airmata…

Semua menguatkan kita

Tapi pada akhirnya kita tak bisa memaksa untuk terus bersama jika memang bukan jalannya… 

Iya, aku pun menangis… 

Published in: on 30 September 2016 at 17:56  Tinggalkan sebuah Komentar  

Rindu

Tak pernahkah kau merasa oksigen didadamu dirampas rindu? 
Sesak

Aku tak pernah menyangka rindu bisa berperang melawan logika, Kini aku gila dibuatnya, Melawan dunia untuk mempertahankan kau nyata

Aku pun tak pernah menyangka rindu bisa sedingin ini, Persis seperti pagi tak bermentari

Bahkan rindu bisa memuaikan waktu, Detik tak pernah terasa selama ini

Rindu adalah salah satu caraku berkomunikasi dengan masa lalu, Disana ada kamu yang masih mencintaiku

Bukan

Bukan kepergian yang pisahkan kita, Tapi rindu yg tak lagi kenal tuannya meski telah bertemu, Hanya menyapa dalam semu

Aku rindu disaat berjalan berdua denganmu adalah sebuah kebahagiaan tanpa harus tau tujuan

Aku rindu berlama-lama tinggal dalam pelukmu yang kuanggap sebagai tempat ternyaman

Aku rindu disaat senyummu menjadi tempat dimana aku berteduh

Aku rindu saat duduk berdua denganmu menertawakan malam tak berbintang, memuja pagi berhias pelangi, berbaring beriring jingga pada senja

Aku rindu kepadamu yang telah jauh, bukan karena jarak, tapi rasa

Aku rindu setengah kamu, yang mengenaliku lebih dari aku mengenalimu

Aku masih selalu percaya bahwa kelak rindu akan mempertemukan kita dalam ruang tawa yang sama

Karena rindu tak mengenal kurang dan bagi, hanya bertambah menjadi berkali kali

Percayalah, jika rindu kita beradu, setengah langit pun ikut terharu

Aku,
Masih menunggumu…

Published in: on 30 September 2016 at 15:17  Tinggalkan sebuah Komentar