AKU MENCARIMU

Aku mencarimu di kedai kopi tempat kita biasa menghabiskan senja bersama, tapi kau tak ada,Bukankah kau telah berjanji

Aku menunggumu di pintu keluar bandara, tapi kau tak kunjung tiba, Bukankah kau telah berjanji

Aku mencarimu di lantai atas bangunan tua di ujung kota, tempat kita menantang gemintang , tapi kau tak ada, Bukankah kau telah berjanji

Aku berlarian mencoba menemukanmu di sepanjang bibir pantai tempat kita beradu tau tentang semesta, kau tak ada, Bukankah kau telah berjanji

Ah mungkin saja kau sedang ingin menyendiri di taman kota seperti yang biasa kau lakukan jika sedang bosan, Tapi ternyata kau pun tak ada

Ah iya, bukankah kelab malam di pusat kota adalah favoritmu meskipun aku lebih banyak tidak setuju, mungkin kau sedang disitu.. Tapi tak ada juga

Aku mulai bertanya, apa kau benar-benar pergi? Tapi aku tidak ingat kita pernah berpamitan, 

Tidak, aku tidak pernah lupa tentangmu !!!

Aku mencoba mengingat semua tentangmu, Hingga aku lupa diriku sendiri, Aku hanya larut dalam tanda tanya, kau dimana? Kenapa? Ada apa?

Hingga pada suatu pagi kutemui kabar tentangmu, Tertulis jelas namamu di sebuah kertas berwarna emas & bermahkota indah, undangan pernikahan

Tidak, aku tidak sakit, hanya menyimpan tanya kenapa kau tak berpamitan denganku?

Aku hanya ingin tau itu

Sedangkan tentang janjimu, Setidaknya itulah yang bisa selalu kuingat dari dirimu,

Dan aku pun bersyukur, Kini aku tau kau berada dimana, Semoga kau bahagia :’)

Published in: on 14 Oktober 2016 at 12:40  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

KEMBALI

Senja ini, penunjuk arahku menuju bahagia, jingganya masuk ke pori pori wajah dan menyiratkan senyum beraura,

Masih persis kuingat setiap kata yang keluar dari bibir tipismu saat mengukir janji bahwa di senja hari ini kau akan kembali,

Membawa segenggam mimpi dan mengembalikan sebutir harapan yang dulu kutitipkan padamu, di senja tahun lalu

Namun senja hampir kehilangan jingganya dan kau tak muncul juga, ah mungkin lautan sedikit menghambat kedatanganmu, hiburku

Detik demo detik, arlojikupun berteriak mengingatkan bahwa ini sudah terlalu malam untuk menanti, tapi aku tak peduli

Aku mulai marah kepada langit yang terlalu cepat menggelap melibas merah, sementara kau tak juga hadir memelukku

Hampir saja aku pergi, lalu derap langkah kakimu terdengar mendekat, semakin mendekat, tapi ada apa dengan matamu? 

Hampir saja aku berlari memelukmu, tapi ada sesosok bayangan yang menghalangiku, 

sesosok bayangan yang membuat mataku tiba tiba berairmata, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti kehilangan, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti bahwa jarak bukanlah dihitung dari meter atau kilomoter, karena selama kita berjarak, sekarang adalah jarak terjauh yang pernah kurasakan meski sedang berdekatan denganmu. 

Setidaknya kamu memenuhi janjimu untuk datang di senja hari ini, dan untuk matamu itu, tak seharusnya kau ikut bersedih, cukup aku saja. 

Published in: on 13 Oktober 2016 at 12:38  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

PERPISAHAN

Tuhan tidak bercandamempertemukan kita,

Ada Rindu,

Cemburu,

Tawa,

Airmata.

Semua menguatkan kita.

Tapi pada akhirnya kita tak bisa memaksa untuk terus bersama, Jika memang bukan jalannya.

Iya, aku pun menangis…

Published in: on 9 Oktober 2016 at 10:11  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

KAMU

Jika kau Gunung, 

Setinggi apapun pasti akan kudaki

Jika kau Laut,

Sedalam apapun akan tetap kuselami

Tapi kau Langit, Tak Berujung !

Published in: on 6 Oktober 2016 at 07:05  Comments (1)  
Tags: ,

WAKTU

Bukan detik, Tapi seberapa banyak tawa dan airmata yang tercipta adalah cara untuk mengukurnya

Berteman baiklah dengan waktu, dia yang akan menunjukkan mana yang asli dan mana yang palsu

Waktu pula yang membantu mengurai satu persatu dan menjelaskan mana yang pantas bersama

Dan pada akhirnya waktu yang mengajarkan kita untuk lebih dewasa, memahami ada yang tetap diperjuangkan dan ada yang harus direlakan

Seperti denganmu, Aku memilih bertahan, Biarkan, biarkan kuperjuangkan, biarkan kugenggam tanganmu hingga ragaku terbilas waktu

Published in: on 4 Oktober 2016 at 10:50  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,