AKU MENEMUKANMU

Aku baru saja menemukanmu di tumpukan buku berdebu di lemari ruang tengah, disana kita dulu sering bercanda, sesaat kemudian aku tersenyum Aku juga menemukanmu melayang-layang mengikuti irama sebuah lagu, lagu yang sering kita nyanyikan bersama dulu Kemudian aku menemukanmu di kursi teras rumah, disana kita sering menikmati teh hangat berdua Tiba-tiba saja aku menemukanmu menyendiri di sebuah kedai kopi, disana tempat pertama kita berjumpa dan kini … Lanjutkan membaca AKU MENEMUKANMU

AKU MENCARIMU

Aku mencarimu di kedai kopi tempat kita biasa menghabiskan senja bersama, tapi kau tak ada,Bukankah kau telah berjanji Aku menunggumu di pintu keluar bandara, tapi kau tak kunjung tiba, Bukankah kau telah berjanji Aku mencarimu di lantai atas bangunan tua di ujung kota, tempat kita menantang gemintang , tapi kau tak ada, Bukankah kau telah berjanji Aku berlarian mencoba menemukanmu di sepanjang bibir pantai tempat … Lanjutkan membaca AKU MENCARIMU

KEMBALI

Senja ini, penunjuk arahku menuju bahagia, jingganya masuk ke pori pori wajah dan menyiratkan senyum beraura, Masih persis kuingat setiap kata yang keluar dari bibir tipismu saat mengukir janji bahwa di senja hari ini kau akan kembali, Membawa segenggam mimpi dan mengembalikan sebutir harapan yang dulu kutitipkan padamu, di senja tahun lalu Namun senja hampir kehilangan jingganya dan kau tak muncul juga, ah mungkin lautan … Lanjutkan membaca KEMBALI

WAKTU

Bukan detik, Tapi seberapa banyak tawa dan airmata yang tercipta adalah cara untuk mengukurnya Berteman baiklah dengan waktu, dia yang akan menunjukkan mana yang asli dan mana yang palsu Waktu pula yang membantu mengurai satu persatu dan menjelaskan mana yang pantas bersama Dan pada akhirnya waktu yang mengajarkan kita untuk lebih dewasa, memahami ada yang tetap diperjuangkan dan ada yang harus direlakan Seperti denganmu, Aku memilih … Lanjutkan membaca WAKTU

HUJAN

Hujan, beberapa orang larut dalam kerinduan,sementara yang lain hanya basah semata Sementara aku terbawa aliran deras airnya ke ujung jalan, tempat dimana kita menentukan arah, masing-masing  Setiap butirnya bercerita tentang kita dan tak pernah selesai hingga reda, sayang kini kau ada disana dan kita terpisah rasa Masih hangat aroma pelukmu yang tertinggal di hatiku, kini aku menikmatinya dengan secangkir kopi, sendiri Bukankah seharusnya ada lagu … Lanjutkan membaca HUJAN