Meluangkan Waktu

Kita hanya butuh lebih banyak meluangkan waktu,

Lebih banyak waktu untukku mendengarkan, lebih banyak waktu untukmu bercerita,

Itu saja ! 

Published in: on 15 November 2016 at 08:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

AKU MENEMUKANMU

Aku baru saja menemukanmu di tumpukan buku berdebu di lemari ruang tengah, disana kita dulu sering bercanda, sesaat kemudian aku tersenyum

Aku juga menemukanmu melayang-layang mengikuti irama sebuah lagu, lagu yang sering kita nyanyikan bersama dulu

Kemudian aku menemukanmu di kursi teras rumah, disana kita sering menikmati teh hangat berdua

Tiba-tiba saja aku menemukanmu menyendiri di sebuah kedai kopi, disana tempat pertama kita berjumpa

dan kini aku menemukanmu tertawa lepas di ujung jalan, kau bergembira merayakan kemenangan atas lomba lari denganku, kala itu

Dari semua kepingan kenangan tentangmu, selalu ada yang kurang, aku tak pernah melihat kita benar benar bahagia.

“Mungkin memang sudah jalannya” aku mulai berbisik pada diriku sendiri seraya melanjutkan langkah, dengan genggaman tangan yg lebih hangat

Published in: on 15 Oktober 2016 at 11:27  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

AKU MENCARIMU

Aku mencarimu di kedai kopi tempat kita biasa menghabiskan senja bersama, tapi kau tak ada,Bukankah kau telah berjanji

Aku menunggumu di pintu keluar bandara, tapi kau tak kunjung tiba, Bukankah kau telah berjanji

Aku mencarimu di lantai atas bangunan tua di ujung kota, tempat kita menantang gemintang , tapi kau tak ada, Bukankah kau telah berjanji

Aku berlarian mencoba menemukanmu di sepanjang bibir pantai tempat kita beradu tau tentang semesta, kau tak ada, Bukankah kau telah berjanji

Ah mungkin saja kau sedang ingin menyendiri di taman kota seperti yang biasa kau lakukan jika sedang bosan, Tapi ternyata kau pun tak ada

Ah iya, bukankah kelab malam di pusat kota adalah favoritmu meskipun aku lebih banyak tidak setuju, mungkin kau sedang disitu.. Tapi tak ada juga

Aku mulai bertanya, apa kau benar-benar pergi? Tapi aku tidak ingat kita pernah berpamitan, 

Tidak, aku tidak pernah lupa tentangmu !!!

Aku mencoba mengingat semua tentangmu, Hingga aku lupa diriku sendiri, Aku hanya larut dalam tanda tanya, kau dimana? Kenapa? Ada apa?

Hingga pada suatu pagi kutemui kabar tentangmu, Tertulis jelas namamu di sebuah kertas berwarna emas & bermahkota indah, undangan pernikahan

Tidak, aku tidak sakit, hanya menyimpan tanya kenapa kau tak berpamitan denganku?

Aku hanya ingin tau itu

Sedangkan tentang janjimu, Setidaknya itulah yang bisa selalu kuingat dari dirimu,

Dan aku pun bersyukur, Kini aku tau kau berada dimana, Semoga kau bahagia :’)

Published in: on 14 Oktober 2016 at 12:40  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

KEMBALI

Senja ini, penunjuk arahku menuju bahagia, jingganya masuk ke pori pori wajah dan menyiratkan senyum beraura,

Masih persis kuingat setiap kata yang keluar dari bibir tipismu saat mengukir janji bahwa di senja hari ini kau akan kembali,

Membawa segenggam mimpi dan mengembalikan sebutir harapan yang dulu kutitipkan padamu, di senja tahun lalu

Namun senja hampir kehilangan jingganya dan kau tak muncul juga, ah mungkin lautan sedikit menghambat kedatanganmu, hiburku

Detik demo detik, arlojikupun berteriak mengingatkan bahwa ini sudah terlalu malam untuk menanti, tapi aku tak peduli

Aku mulai marah kepada langit yang terlalu cepat menggelap melibas merah, sementara kau tak juga hadir memelukku

Hampir saja aku pergi, lalu derap langkah kakimu terdengar mendekat, semakin mendekat, tapi ada apa dengan matamu? 

Hampir saja aku berlari memelukmu, tapi ada sesosok bayangan yang menghalangiku, 

sesosok bayangan yang membuat mataku tiba tiba berairmata, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti kehilangan, 

sesosok bayangan yang mengajariku arti bahwa jarak bukanlah dihitung dari meter atau kilomoter, karena selama kita berjarak, sekarang adalah jarak terjauh yang pernah kurasakan meski sedang berdekatan denganmu. 

Setidaknya kamu memenuhi janjimu untuk datang di senja hari ini, dan untuk matamu itu, tak seharusnya kau ikut bersedih, cukup aku saja. 

Published in: on 13 Oktober 2016 at 12:38  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,

PERPISAHAN

Tuhan tidak bercandamempertemukan kita,

Ada Rindu,

Cemburu,

Tawa,

Airmata.

Semua menguatkan kita.

Tapi pada akhirnya kita tak bisa memaksa untuk terus bersama, Jika memang bukan jalannya.

Iya, aku pun menangis…

Published in: on 9 Oktober 2016 at 10:11  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,