Sebuah Sore di Bandara

Sebuah sore di Bandara, ketika kutemukan getirnya pelukan perpisahan, tapi tertutup oleh tatapan saling percaya

Sebuah sore di Bandara, ketika seorang pemuda gagah menitikkan airmata tulus saat mencium tangan ibunya, bukan cengeng, cuma terlalu besar rasa sayang yang selama ini dia sembunyikan

Sebuah sore di Bandara, ketika Rindu bertemu tuannya, berumahkan hangatnya pelukan tak beratap, berlantaikan satu kaki khas seorang gadis yang sedang berciuman, sungguh hebat ketika dua rindu menyatu, aku ikut terharu

Sebuah sore di Bandara, kutemukan kebahagiaan terpancar dari raut wajah seorang nenek yang pertama kali bertemu dengan cucunya

Sebuah sore di Bandara, telah kutemukan tawa, bahagia, dan airmata, tapi aku tak pernah menemukanmu 😦

Published in: on 15 November 2016 at 08:21  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: ,